Selasa, 10 Agustus 2010

Lima Pilar Managerial

Dalam sebuah organisasi bisnis, terutama dalam bisnis penjualan, seorang manager memiliki peran sentral dalam memacu dan menjaga pertumbuhan bisnis. Oleh karena itu seorang manager harus memiliki kompetensi yang memadai untuk mengelola sebuah tim. Dalam pandangan saya seorang manager yang efektif harus memiliki kompetensi sebagai berikut :

1. Memiliki visi yang jelas.
2. Aktivitas harian yang terencana.
3. Seimbang dalam Reward dan Recognition.
4. Membangun hubungan yang harmonis dengan bawahannya.
5. Mampu menjadi Coach untuk bawahannya.

Ke lima elemen tersebut menjadi satu kesatuan yang membentuk kualitas seorang manager. Elemen-elemen tersebut merupakan syarat untuk menjadi seorang manager berkualitas yang kami sebut sebagai "Star Manager".
Star Manager
Kompetensi "Star Manager" memberikan arahan mengenai pembentukan sebuah tim. Apabila kelima elemen kompetensi tersebut diaplikasikan dengan baik maka seorang manager akan mampu membentuk sebuah tim yang solid yang bukan hanya berorientasi pada hasil instan akan tetapi juga bagi pengembangan kapasitas dan kapabilitas anggota team.

Visi yang Jelas

"The person who achieved their goal had a VISION that MOTIVATED them"  (Bob Webb)

Visi adalah peta sekaligus penentu arah bagi sebuah organisasi bisnis. Seorang star manager harus\memiliki gambaran yang jelas ke arah mana team akan dibawanya. Visi bukan hanya sekedar memenuhi target-target yang ditetapkan oleh perusahaan. Pemenuhan target hanyalah salah satu baguan kecil dari sebuah visi.  Bagi seorang star manager visi adalah sebuah impian jangka panjang yang bukan hanya berdampak bagi perkembangan pribadinya tapi juga perkembangan orang-orang yang ada dibawahnya.

Visi harus dituangkan dalam sebuah "Vision Statement" agar bisa selalu menjadi motivasi bagi seorang manager. Ketikan semangat sedang turun, visi akan menjadi motivator yang membangkitkan lagi mental dalam bekerja.

Visi yang jelas harus dapat diterjamahkan dalam misi-misi yang lebih detail dan bersifat jangka pendek. Pencapaian target perusahaan adalah salah satu contoh dari penjabaran visi ke dalam misi. Pengembangan kemampuan leadership dan coaching juga merupakan salah satu contoh dari misi. 

Setelah visi dituangkan dalam bentuk misi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan action plan atau aktivitas-aktivitas kongret yang harus dilakukan setiap hari. Kenapa setiap hari? Untuk membentuk kebiasaan dan konsistensi. Karena sebuah tujuan besar selalu dimulai dari langkah yang kecil. Ketika kita sudah terbiasa dengan eksekusi action plan harian, maka target yang lebih besar pasati dengan sendirinya akan tercapai. 

 

Aktivitas Harian yang Terencana

Seringkali terjadi seorang staf pemasaran tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah dia samapi di kantor. Puluhan pertanyaan kadang masih menghiasi kepalanya. Mau kemanakah hari ini? Kunjungan ke klien yang mana hari ini? Kemana harus mencari prospek yang baru?.

Dan bahkan hingga menreka mengarahkan kendaraannya keluar kantor pun kadang masih bingung dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Akibatnya ada yang mampir dulu bertemu dengan temannya. Mampir dulu ke masjid untuk mencari inspirasi. Karena kalu dikantor sudah pasti bosnya akan marah-marah.

Apakah hal yang sama tidak terjadi pada level seorang manager. Ternyata seorang manager pun juga mengalami hal yang sama. Bahkan ada yang saking bingungnya mau visit ke mana, dia sampai ikut anak buahnya kemanapun pergi, dengan alasan memantau pekerjaan anak buah.

Bukan 100% salah bawahan anda bila mereka kebingungan menentukan tujuan kunjungan hariannya. yang perlu dievaluasi adalah apakah sebagai seorang menager anda menerapkan pola kunjungan harian terencana dan terpantau dengan baik?. 

Sebagai action plan harus diterapkan ebuah format kunjungan harian untuk mempermudah staf marketing anda dalam merecanakan aktivitas hariannya, dan juga memudahkan anda untuk memantaunya.

Seorang manager haruslah mempunya aktivitas harian terencana.Memantau aktivtas kunjungan bawahan adalah sebagian dari aktivitas yang harus dijalankan setiap hari. seorang manager juga harus memiliki aktivitas kunjungan nasabah terencana. Karena salah satu tugas manager adalah membuka pasar baru dan memberikan lead calon nasabah baru untuk dikunjungi oleh anak buahnya. Cukup berat memang. Tapi karena itulah seorang manager digaji lebih tinggi dari anak buahnya.

Disaat bawahan kehabisan ide dalam kunjungannya, seorang manager harus mampu memberikan inspirasi berupa new lead customer yang propektif. Pran ini hanya bisa dijalankan jika seorang manager memiliki aktivitas harian yang juga terencana. Eksplorasi target customer baru, tidak hanya duduk di kantor menjadi petugas penarik upeti yang menanti setoran target dari bawahan.

 

Reward ad Recognition

Penghargaan atas hasil kerja bawahan adalah satu hal yang banyak dilakukan oleh para manager saat ini. Bahkan kecenderungan yang muncul adalah banyak sekali manager yang mengakui hasil kerja bawahannya sebagai hasil kerjanya sendiri.

Cara yang paling gampang untuk memberikan penghargaan adalah dengan ucapan secara lisan. Berilah pujian kepada bawahan anda. Meskipun terkesan sepele, hal itu akan memberikan motivasi yang luar biasa untuk kinerja anak buah anda.

Angkatlah anak buah anda dihadapan pimpinan anda langsung. Lupakanlah untuk mencari nama baik anda sendiri dihadapan pimpinan. Dengan mengangkat nama baik anak buah anda tidak akan menurunkan derajad anda di mata pimpinan. 

Dengan mengangkat nama baik anak buah anda telah membuktikan bahwa anda seorang perekrut bawahan yang handal. Dengan mengangkat anak buah anda menunjukkan bahwa anda adalah manager yang mampu mengoptimalkan kemampuan bawahannya.

Dana yang perlu kita pahami adalah kesuksesan sebuah organisasi bisnis bukanlah dibangun oleh seorang manager. Tapi oleh seluruh anggota team. Dengan memberikan penghargaan kepada bawahan anda, berarti anda memberikan kesempatan kepada masing-masing anggota team untuk berkembang.

 

Ciptakan Hubungan yang Harmonis 

Hubungan yang harmonis antar sesama anggota team akan membuat team menjadi solid. Tanggung jawab penuh harus dijalankan oleh soerang manager. Untuk bisa menciptakan suasana yang harmonis, seorang manager harus bisa menciptakan hubungan pertemanan yang egaliter, akan tetapi tetap ada batasan yang jelas antara atasan dan bawahan.

Seorang manager tidak harus menjadi majikan yang paling berkuasa dalam sebuah team. Seorang manager tidaklah harus menjadi orang yang wajib diikuti kata-katanya oleh anak buahnya. Akan tetapi seorang manager aalah orang yang bisa menunjukkan diri sebagai orang paling kredibel dan layak dihormati oleh seluruh anggotanya. Bukan karena omelannya. Buakn karena otoritasnya. Tapi karena dia mampu menggerakkan seluruh anggotanya dengan kesadaran penuh.

Bukan suatu dosa bila seorang pemimpin salah. Tapi pemimpin akan sangat dihormati bila dia cepat menyadari kesalahannya dan minta maaf dengan kesatria.

Sering kali saya menemui manager yang merasa harus benar. Dia tidak pernah mau mendengarkan alasan yang disampaikan anak buahnya. Dimata pemimpin seperti ini semua kesalahan ada di tangan anak buahnya dan semua kebenaran adalah hasil karya dia.

Adakah anda type pemimpinsperti ini? Kalau demikian waspadalah karena keberhasilan yang anda dapatkan sekarang adalah keberhasilan semu yang dibangun diatas penderitaan orang lain. Dan berisp-siaplah karena cepat atau lambat doa-doa orang yang pernah anda pimpin pasti akan menimpa.

Dengan karakter kepemimpinan anda yang seperti itu mungkinkan doa yang baik yang dipanjatkan oleh bawahan anda?

 

Coaching for Succes

Coaching adalah sebuah proses untuk menyadarkan seseorang akan kelemahannya serta melihat hambatan-hambatan yang ada di depan untuk kemudian membantu mereka menemukan jalan untuk mengatasi kelamahan dan hambatan tersebut. Dengan demikian coaching berfungsi untuk membantu anggota team atau bawahan mencapai level yang lebih tinggi dari pengetahuan maupun skill mereka.

Fungsi inilah yang harus dijalankan manager sama baiknya dengan fungsi-fungsi yang lain. Cukup berat bukan?

Coaching berfungsi untuk meningkatkan Skill, Pengetahuan dan juga Motivasi dari seluruh anggota teamnya. Karena ketiga elemen itulah yang akan mendorong roda organisasi terus berputar. Oleh karenanya untuk bisa menjalankan perannya dengan baik seorang manager harus memeiliki level skill, pengetahuan dan juga motivasi yang cukup dalam dirinya.

Bagaimana bila seorang manager sedang terdemotivasi?. Dia harus mampu merecharge motivasi dalam dirinya dengan berbagai cara. salah satunya adalah dengan mengingat mimpinya atau visinya.


Apabila kelima peran tersebut dijalankan dengan baik oleh seorang manager, maka saya yakin sebuah team yang solid dan berorientasi pada hasil akan terbentuk. Dengan demikian, target-target penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan hanya akan menjadi bagian kecil dari mimpi team.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar